oleh

Polres Sibolga Tetapkan 6 Orang Tersangka Kasus Penyelewengan 60 Ton Solar Bersubsidi

-TNI-POLRI-72 kali dibaca

Jurnalpolri.co | Sibolga (20/9) – Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja SH, SIK, menetapkan 6 (Enam) orang tersangka yang diduga pelaku penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dengan menggunakan kapal KM. Cahaya Budi Makmur dan menyita barang bukti 60 Ton minyak Solar.

Dalam konferensi pers. Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja, SH, SIK, mengatakan bahwa 6 (enam) orang tersangka tersebut berinisial TH (61), Nakhoda kapal dan berperan sebagai penghubung pengambilan BBM jenis solar dari tangkahan PT. ASSA, K alias Y (35) Wakil Nakhoda kapal dan berperan sebagai penerima BBM dan juga sebagai pencatat setiap pengisian BBM di tangkahan. Kemudian, AJN (34) Kwanca kapal, YA (37) Wakil Kwanca, AS (34), pembantu Kwanca, dan ST (39), berperan sebagai penerima perintah dari Nakhoda kapal untuk melakukan pengisian BBM dari tangkahan ke kapal.

Baca Juga  SAT RESKRIM POLRES SIBOLGA RINGKUS PELAKU PENCURIAN KARTU ATM

“13 ABK yang lain tidak mengetahui tentang proses pemindahan BBM tersebut, tugasnya adalah merapatkan kapal, mengikat dan melepas tali kapal dan juga satu orang sebagai koki di kapal,” kata AKBP Taryono dalam konferensi pers di Lapangan Apel Mapolres Sibolga. Selasa (20/09/2022).

Dijelaskan AKBP Taryono, modusnya para tersangka membeli BBM jenis solar dengan harga murah di tangkahan dan menjual kembali ke perairan Pantai Barat Sumatera dengan menggunakan kapal KM. Budi Makmur.

“Cara menyimpan BBM jenis solar tersebut disimpan di dalam palka kapal untuk mengelabui petugas serta untuk mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan BBM,” jelas AKBP Taryono.

Baca Juga  KASAT LANTAS POLRES GOWA TERJUNKAN PERSONILNYA AMANKAN LOKASI KUNJUNGAN PRESIDEN

AKBP Taryono didampingi, Danlanal Sibolga, Letkol Laut (P) Cahyo Pamungkas, Sekdakot Sibolga M Yusuf Batubara, Kasat Polair Iptu Kasdi, menyampaikan, dalam kasus tersebut pihaknya menyita barang bukti di antaranya, dokumen SIUP soal perikanan, surat persetujuan berlayar, dan Sipti (surat ijin kapal pengangkut ikan).

“Tentang pelayaran dan perikanan untuk izin pengangkutan BBM tidak dapat diberikan oleh nakhoda kapal,” ujarnya.

AKBP Taryono juga menyampaikan bahwa kapal KM. Cahaya Budi Makmur 122 GT 299, posisi ada di pangkalan Satpolair.

“60 ton BBM yang diduga solar juga disita dan bekerja sama dengan Pertamina Sibolga,” ungkapnya.

Baca Juga  GUBERNUR JAMBI AL HARIS UPAYAKAN PEMERATAAN PENDIDIKAN BERKUALITAS

Lanjut AKBP Taryono, terhadap ke 6 (enam) tersangka tersebut dijerat pasal 40, angka 9, UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga BBM bahan bakar gas atau liquid heterilium gas yang disubsidi pemerintah dipidana selama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

“Kedua, pasal 53 UU nomor 22/2001 tentang Migas bahwa setiap orang yang melakukan pengangkutan tanpa izin dipidana 4 tahun dan denda Rp. 40 miliar. Dan huruf (b) berbunyi, setiap orang yang melakukan niaga tanpa izin dipidana 3 tahun dan denda Rp. 30 miliar,” pungkas Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja, SH, SIK. (Risman Lase)

Komentar